Rabu, 07 November 2012

DETERMINASI DAN UTOPIANISME TEKNOLOGI

DETERMINASI TEKNOLOGI
 
Perkembangan teknologi tentu akan dihiasi oleh berbagai konsekuensi yang menyertainya yang berpengaruh pada masa depan dunia kehidupan. Perkembangan teknologi merupakan perluasan berbagai kemungkinan di dunia. Dibalik kemudahan yang diagung-agungkan oleh perkembangan teknologi saat ini, ada sisi suram yang menyertai perkembangan teknologi antara lain munculnya masalah kemanusiaan, degradasi peradaban, dan penghancuran diri sendiri umat manusia. Tak perlu jauh-jauh, Indonesia sendiri telah dihiasi oleh asap polusi dari kegiatan pabrik, asap kendaraan bermotor. Hal ini beranjak dari konsekuensi perkembangan teknologi di bidang industri. Tak hanya itu, konsekuensi negatif lainnya yang timbul adalah limbah yang mencemari lingkungan, udara, air, dan tanah.
Determinisme teknologi dapat diartikan bahwa setiap kejadian atau tindakan yang dilakukan manusia itu akibat pengaruh dari perkembangan teknologi. Perkembangan teknologi tersebut tidak jarang membuat manusia bertindak di luar kemauan sendiri. Pada awalnya, manusialah yang membuat teknologi, tetapi lambat laun teknologilah yang justru memengaruhi setiap apa yang dilakukan manusia. Zaman dahulu belum ada Hand Phone dan internet. Tanpa ada dua perangkat komunikasi itu keadaan manusia biasa saja. Tetapi sekarang dengan ketergantungan pada dua perangkat itu manusia jadi sangat tergantung.
Utopia dapat diartikan sebagai suatu ide mengenai masyarakat idaman, tentram dan damai. Utopianisme merupakan suatu bentuk pemahaman mengenai konsep “masyarakat/peradaban tanpa cela”. Peradaban tanpa cela ini adalah suatu peradaban masa depan yang dimana segala sesuatu berlangsung secara indah, menyenangkan, dan ideal. Masyarakat/peradaban yang tanpa cela ini juga diartikan sebuah peradaban yang demokratis dan tanpa kelas. Utopianisme memiliki dua aliran, yaitu utopia sosial dan utopia fisik. Utopia sosial adalah suatu konsep pembentukan peradaban tanpa menyinggung masalah lingkungan fisik manusia. Pada utopia sosial ini upaya perubahan adalah pada sisi struktur dan norma-norma kehidupan sosial. Tidak ada pembagian kelas-kelas, pemerataan distribusi barang dan pemerataan kesempatan terjadi di semua lapisan masyarakat. Sedangkan pada utopia fisik, lebih kepada pengelolaan kehidupan fisik manusia tanpa menyinggung konteks kehidupan sosialnya. Pemahaman utopia fisik berpendapat bahwa melalui perubahan dan pembangunan fisik serta pengelolaan tata ruang yang baik, efisien, indah, manusia akan menjadi bahagia, hidup lebih baik, teratur, sehat dan sejahtera.
 Pencetus teori determinisme teknologi ini adalah Marshall McLuhan pada tahun 1962 melalui tulisannya The Guttenberg Galaxy : The Making of Typographic Man. Dasar teori ini adalah perubahan yang terjadi pada berbagai macam cara berkomunikasi akan membentuk pula keberadaan manusia itu sendiri. Teknologi  membentuk cara berpikir, berperilaku, dan bergerak dari satu abad teknologi ke abad teknologi selanjutnya di dalam kehidupan manusia. Contohnya dari masyarakat yang belum mengenal huruf menjadi masyarakat yang canggih dengan perlatan cetak maupun electronik. Inti determinisme teori yaitu penemuan atau perkembangan teknologi komunikasi merupakan faktor yang mengubah kebudayaan manusia. Di mana menurut McLuhan, budaya kita dibentuk dari bagaimana cara kita berkomunikasi.

 Marshall McLuhan 

 UTOPIANISME TEKNOLOGI

Pendekatan utopianisme dalam memahami perkembangan teknologi adalah bagaimana perkembangan suatu teknologi tetap diimbangi dengan lingkungan alam yang lestari dan kondisi sosial kultur yang tetap baik dan terjaga. Misalkan saja bila Indonesia tidak lagi diliputi polusi limbah pabrik, pepohonan hijau dimana-mana, sungai-sungai tetap memberikan ekosistem air yang baik, habitat hewan dan tumbuhan terjaga baik, meskipun perkembangan teknologi di Indonesia berjalan pesat.
Begitupun juga dengan teknologi komunikasi, pemikiran utopia menginginkan teknologi komunikasi yang sangat berkembang pesat tetap diimbangi dengan sosial dan kultur masyarakat yang positif. Seperti kemunculan teknologi internet yang semakin memudahkan manusia berinteraksi tetap mampu menjaga moral, etika, norma-norma masyarakat. Kemunculan jejaring sosial Facebook, tetap menjaga silahturahmi tak hanya secara maya namun juga secara langsung (face to face). Masih banyak harapan lainnya selain dua contoh diatas, namun pemikir utopia menginginkan berbagai konsekuen negatif perkembangan teknologi komunikasi yang telah pesat di berbagai bidang kehidupan tersebut tidak terjadi. Memang ini sebuah khayalan tingkat tinggi, namun ini bukanlah sebuah hal yang mustahil untuk dilakukan. Sejatinya, teknologi komunikasi terus diciptakan dan dikembangkan adalah tak lain untuk memudahkan perjalanan hidup manusia. Bila manusia meletakkan kemuliaan martabat manusia diatas menggiurnya perkembangan teknologi komunikasi saat ini, maka manusia akan menggunakan teknologi komunikasi untuk kemaslahatan dan menjauhkan dari niat-niat negatif dalam penggunaannya. Yang terjadi saat ini justru manusia rela menjatuhkan kemuliaannya dengan bersikap egois dan tak bijak dalam menggunakan teknologi komunikasi. Demi kepentingan pribadi, manusia rela saling menjatuhkan, merugikan, membinasakan manusia lainnya dengan memanfaatkan kemajuan teknologi.
Bila melihat carut marut dunia yang disebabkan perkembangan teknologi termasuk teknologi komunikasi, pemikiran utopia memang bagi sebagian orang dianggap terkesan sepele, muluk-muluk, terlalu berandai-andai, dan hanya suatu khayalan tingkat tinggi. Namun sebenarnya ini adalah suatu pemikiran yang didambakan oleh orang-orang yang menginginkan kehidupan yang lebih baik. Pemikir utopia yakin suatu saat keseimbangan alam dan sosial kultur manusia dengan teknologi termasuk teknologi komunikasi dapat terwujud suatu hari nanti.
Pendekatan utopianisme dalam memahami perkembangan teknologi adalah bagaimana perkembangan suatu teknologi tetap diimbangi dengan lingkungan alam yang lestari dan kondisi sosial kultur yang tetap baik dan terjaga. Misalkan saja bila Indonesia tidak lagi diliputi polusi limbah pabrik, pepohonan hijau dimana-mana, sungai-sungai tetap memberikan ekosistem air yang baik, habitat hewan dan tumbuhan terjaga baik, meskipun perkembangan teknologi di Indonesia berjalan pesat.
Begitupun juga dengan teknologi komunikasi, pemikiran utopia menginginkan teknologi komunikasi yang sangat berkembang pesat tetap diimbangi dengan sosial dan kultur masyarakat yang positif. Seperti kemunculan teknologi internet yang semakin memudahkan manusia berinteraksi tetap mampu menjaga moral, etika, norma-norma masyarakat. Kemunculan jejaring sosial Facebook, tetap menjaga silahturahmi tak hanya secara maya namun juga secara langsung (face to face). Masih banyak harapan lainnya selain dua contoh diatas, namun pemikir utopia menginginkan berbagai konsekuen negatif perkembangan teknologi komunikasi yang telah pesat di berbagai bidang kehidupan tersebut tidak terjadi. Memang ini sebuah khayalan tingkat tinggi, namun ini bukanlah sebuah hal yang mustahil untuk dilakukan. Sejatinya, teknologi komunikasi terus diciptakan dan dikembangkan adalah tak lain untuk memudahkan perjalanan hidup manusia. Bila manusia meletakkan kemuliaan martabat manusia diatas menggiurnya perkembangan teknologi komunikasi saat ini, maka manusia akan menggunakan teknologi komunikasi untuk kemaslahatan dan menjauhkan dari niat-niat negatif dalam penggunaannya. Yang terjadi saat ini justru manusia rela menjatuhkan kemuliaannya dengan bersikap egois dan tak bijak dalam menggunakan teknologi komunikasi. Demi kepentingan pribadi, manusia rela saling menjatuhkan, merugikan, membinasakan manusia lainnya dengan memanfaatkan kemajuan teknologi. 
Dampak positif dan negatif menyertai seiring perkembangan teknologi komunikasi. Secara positif, perkembangan tekonologi komunikasi telah banyak membantu berjuta-juta penduduk dunia untuk saling terhubung dengan kerabat, keluarga, teman lama, dan lain sebagainya. Bahkan saat ini berkomunikasi pun menjadi hal yang lumrah dengan biaya yang murah namun mampu melampaui ruang dan waktu.
Dibalik nilai positif teknologi komunikasi yang menggiurkan, dampak negatifnya pun tak kalah dahsyat. Teknologi komunikasi memberikan dampak negatif terhadap kualitas dari hubungan yang dijalin. Ini dapat kita lihat fenomena masyarakat yang lebih nyaman mengumpulkan teman-teman didunia maya daripada aktif pada kegiatan-kegiatan organisasi nyata yang dapat memberikan kualitas hubungan pertemanan yang lebih berkualitas, kongkrit dan intents.
pemikiran utopia menginginkan teknologi komunikasi yang sangat berkembang pesat tetap diimbangi dengan sosial dan kultur masyarakat yang positif. Seperti kemunculan teknologi internet yang semakin memudahkan manusia berinteraksi tetap mampu menjaga moral, etika, norma-norma masyarakat. Kemunculan jejaring sosial Facebook, tetap menjaga silahturahmi tak hanya secara maya namun juga secara langsung (face to face). Masih banyak harapan lainnya selain dua contoh diatas, namun pemikir utopia menginginkan berbagai konsekuen negatif perkembangan teknologi komunikasi yang telah pesat di berbagai bidang kehidupan tersebut tidak terjadi. Memang ini sebuah khayalan tingkat tinggi, namun ini bukanlah sebuah hal yang mustahil untuk dilakukan. Sejatinya, teknologi komunikasi terus diciptakan dan dikembangkan adalah tak lain untuk memudahkan perjalanan hidup manusia. Bila manusia meletakkan kemuliaan martabat manusia diatas menggiurnya perkembangan teknologi komunikasi saat ini, maka manusia akan menggunakan teknologi komunikasi untuk kemaslahatan dan menjauhkan dari niat-niat negatif dalam penggunaannya. Yang terjadi saat ini justru manusia rela menjatuhkan kemuliaannya dengan bersikap egois dan tak bijak dalam menggunakan teknologi komunikasi. Demi kepentingan pribadi, manusia rela saling menjatuhkan, merugikan, membinasakan manusia lainnya dengan memanfaatkan kemajuan teknologi.
Banyak orang yang memiliki ratusan atau bahkan ribuan teman di facebook tetapi di dunia nyata, mereka hanya memiliki beberapa orang teman dekat yang menemani keseharian mereka. Inilah salah satu dampak negatif facebook yang sampai sekarang mungkin belum disadari oleh beberapa orang. Mereka telah kehilangan kemampuan untuk berbaur dengan masyarakat dan cenderung nyaman dengan kehidupan online. Padahal jika terjadi suatu hal yang krusial pada kehidupan kita, yang bisa membantu kita bukanlah orang-orang yang kita kenal didunia maya tapi orang-orang yang hidup disekitar kita.
Determinisme teknologi media massa memunculkan dampak. Media massa mampu membentuk seperti apa manusia. Manusia mau diarahkan pada kehidupan yang lebih baik media massa punya peran. Namun demikian, media massa juga punya andil dalam memperburuk keberadaan manusia itu sendiri.
Contoh yang dapat ditemui dalam realita yaitu
Perkembangan teknologi yang semakin maju membuat segalanya serba ingin cepat dan instan. Teknologi sebagai peralatan yang memudahkan kerja manusia membuat budaya ingin selalu dipermudah dan menghindari kerja keras maupun ketekunan. Teknologi juga membuat seseorang berpikir tentang dirinya sendiri. Jiwa sosialnya melemah sebab merasa bahwa tidak memerlukan bantuan orang lain jika menghendaki sesuatu, cukup dengan teknologi sebagai solusinya. Akibatnya, tak jarang kepada tetangga dekat kurang begitu akrab karena telah memiliki komunitas sendiri, meskipun jarak memisahkan, namun berkat teknologi tak terbatas ruang dan waktu.

DAFTAR PUSTAKA :

Morissan. Manajemen Media Penyiaran Strategi Mengelola Radio dan Televisi, Kencana. Jakarta. 2008.
http://edukasi.kompasiana.com/2012/11/06/teori-determinasi-teknologi-dan-teori-utopianisme-506254.html 



  

media sosial merubah kehidupan ..




setelah menerima tugas dari Dosen pak Masagus untuk membuat sebuah opini tentang aku dan media sosial, saya sedikit tertarik untuk memberikan beberapa cerita dan opini mengenai media sosial. 
Media sosial adalah sebuah media online, dengan para penggunanya bisa dengan mudah berpartisipasi, berbagi, dan menciptakan isi meliputi blog,jejaring sosial, wiki, forum dan dunia virtual,facebook,dll.
media sosial memang sangat penting dan berguna untuk kehidupan. facebook sebagai salah satu contoh media sosial atau jejaring sosial membuat banyak sekali perubahan di kehidupan saya.
apalagi facebook sudah bukan lagi hal baku untuk di bicarakan. hampir setiap kalangan sekarang sudah mempunyai akun facebook.Mulai dari Anak-anak sekolah dasar sampai yang sudah berumur.
sebelum mengenal facebook tentu anak-anak remaja juga telah mengenal friendster, sebuah media sosial yang juga banyak di gunakan.
kembali ke topik pembahasan awal, saya akan membahas pengalaman saya dengan media sosial facebook. 

awal mula nya saya dan sodara iseng meng-upload beberapa jenis foto sepatu ke facebook hanya sekedar iseng karena sepatu yang saya upload itu baru saja saya beli dengan sodara saya, lalu ada beberapa yang mengira kalo kami menjual barang tersebut, melihat prospek yang sangat baik , akhirnya kami mencoba memulai sebuah online shop yang kami beri nama "FEATURE SHOP"
hampir 1 tahun kami menggeluti usaha online shop tersebut, hampir 1 tahun juga kami tidak lagi menyusahkan kedua orang tua, semua keinginan kami hampir bisa kami penuhi menggunakan uang dari hasil keringat kami sendiri. facebook tentu saja saya pikir sudah banyak yang tahu mengenai fasilitas yang di tawarkan nya. mulai dari chating, kirim pesan ke dinding teman atau bahasa yang sering di sebut oleh remaja sekarang adalah wall to wall. bisa menandai sebuah foto ke orang yang ingin kita tandai. dan itu tentu saja mempermudah saya dan sodara saya untuk menjajakan barang tersebut. sampai akhirnya kami mendirikan sebuah wujud toko yang berlokasi di Jl. Wr Supratman kandang limun unib belakang bengkulu, dan sudah hampir berjalan 2 tahun.

sampai saat ini juga walaupun kami telah mendirikan sebuah toko, online shop kami pun tetap kami jalani sebagai media pembantu promosi dan menjajakan barang ke seluruh Indonesia. sejauh ini kami telah mengirim barang ke Timiki,Papua . dan itu merupakan orderan pertama kami yang berlokasi sangat jauh.

analisa nya adalah, media sosial memang sangat membantu di berbagai aspek kehidupan manusia contoh membantu mencari teman lama yang sudah lama tidak bertemu, menjajakan barang, berbisnis tanpa modal, dan lain-lain..
opini saya tentang media sosial adalah, hendak nya pergunakan lah media sosial yang ada untuk hal positif, jangan mempergunakan untuk hal yang tidak baik. media sosial sifatnya universal atau luas , jadi kemajuan teknologi ini hendak nya di pergunakan sebaik mungkin. 
saya yakin seiring perkembangan zaman, media sosial tentu juga akan mengalami kemajuan dari masa ke masa. mungkin sekarang kita lagi asik nya disibukan dengan facebook, twitter, line. dan lain-lain . 
semua itu nanti nya pasti akan mengalami perubahan dan perombakan mengenai media sosial yang baru dan yang lebih banyak menawarkan fitur-fitur yang menarik untuk digunakan. 




 

Rabu, 31 Oktober 2012

bahkan aku pun tidak tahu berbicara apa.

jadi tanda tanya ketika sedikit saja tingkah mu ku pikir mengingatnya.
mungkin karena aku terlalu sayang dan tidak ingin kenangan masa lalu menguasai mu.
atau kebangsatan orang dulu menyentuh dirimu lagi.

diamlah..
jangan banyak bicara jika itu tentang masa lalu.
aku merasa bobrok jika semua nya menghujam ku dengan ingatan lampau.
remuk bentuk hati ku .

kamu sekarang punya ku..
di setiap terbitnya fajar itu, bahkan sampai gelap menutupi.
aku ingin menjadi sosok yang membuat senyum pipi mu selalu merona.
entah seperti apa cara nya.
yakin caraku akan menjadikan itu bisa.

selalu bahagia lah yang tersayaang...

Jumat, 17 Agustus 2012

semoga kita lekas MERDEKA wahai INDONESIA

MERDEKAA..
17 AGUSTUS 1945 - 17 AGUSTUS 2012

sudah 67 tahun Indonesia dikatakan Merdeka. sudah cukup senja usia negara yang pondasi moral nya sudah cukup bobrok ini berdiri tegak..
tegak dengan ketidak adilan..
tegak dengan kemiskinan..
tegak dengan pencurian ciri khas negara kita oleh negara lain
tegak dengan kurang tegas nya kepemimpinan..
tegak dengan carut marut negara tetangga yang hanya kita dengar..
tegak dengan semena-mena nya hasil negara lain masuk dan merajai indonesia

mari kita renungkan sejenak, sebelum nya saya membuat posting ini bukan karena saya kurang yakin atau kurang percaya diri bahwa saya berada di dalam lingkungan negara yang kata nya sudah merdeka.
tapi menurut kategori penilaian pribadi saya, negara ini belum cukup hal untuk dikatakan merdeka.
saya pernah membuat suatu posting sederhana di notes facebook saya yang lama sayang akun facebook saya yang lama sudah di hacker oleh seseorang untuk kepentingan pribadi nya.(buat yang mau add facebook saya yang baru , silahkan klik link ini : facebook saya
di dalam nya, seingat saya waktu itu saya sedikit berkomentar ringan mengenai kehebohan rakyat Indonesia akan kasus pencurian pulau ambalat.
banyak sekali celotehan-celotehan ringan dengan isi pesan nya tentu juga beragam.
ada yang berbau pro dan kontra akan ada nya peperangan antara negara Indonesia dengan negara Upin Ipin.
dan saya pada saat itu masuk ke tim yang kontra akan ada nya peperangan.
saya memberikan statement mengapa saya tidak setuju akan adanya peperangan. beberapa alasan nya adalah :
1. karena pasti akan terjadi kerusakan dimana-mana dan trauma yang mendalam kepada warga Indonesia
2. akan menyebabkan pengeluaran negara bertambah
3. akan menyebabkan banyak hal negatif yang akan timbul kepada negara kita dimata negara maju lain nya
dan alasan-alasan klise dan ringan lain nya .
banyak rekan saya yang setuju dan tentu saja ada yang tidak setuju.
ada yang mengangkat bendera perang setinggi tinggi nya kepada negara tetangga dengan alasan Negara Indonesia pasti menang karena dibantu oleh negara Amerika yang terkenal kuat oleh pasukan perang nya.
saya cukup salut dengan ucapan bung Karno "ganyang malaysia" 
mari kita ganyang dengan hal-hal yang tidak merugikan negara kita. mari kita pergunakan sumber daya manusia kita untuk bisa memperkuat dengan ide-ide cerdik yang tentu akan tetap membawa negara kita pada kemenangan yang hakikih tanpa adanya peperangan fisik.

kembali ke topik mengapa saya mengatakan bahwa Indonesia belum merdeka?
karena Indonesia tidak pernah menghargai orang-orang yang telah memperjuangkan Indonesia Merdeka sebut saja pahlawan, tidak pernah memerdekakan Rakyat Indonesia yang di siksa mati oleh negara tetangga sebut saja Tenaga Kerja Indonesia, padahal mereka menghasilkan uang untuk negara, tidak pernah memikirkan rakyat miskin, TIDAK PERNAH MEMIKIRKAN !

saya miris melihat foto ini 




mereka masih mempergunakan seragam perjuangan mereka dulu, tetapi dengan suasana berbeda.
mereka dulu mempergunakan nya untuk melawan penjajah , sekarang mereka menggunakan nya untuk menyapu ruas-ruas jalan dan berperang melawan debu dan polusi jalanan.
mereka dulu memegang bambu runcing tetapi sekarang memegang sampah-sampah yang bisa mereka jual untuk mempertahankan kehidupan.

saya agak kurang setuju dengan semboyan kecil yang isi nya : jangan tanyakan apa yang telah negara berikan kepada kamu tapi tanyakan apa yang telah kamu berikan kepada Negara.

sekarang saya tanya, beliau diatas sudah memberikan jiwa raga nya kepada Negara, lantas sekarang apa yang Beliau dapati ? NOL BESAR.
banyak saya lihat para veteran hidup susah, banyak atlet yang menangis protes dengan ketidak pedulian Negara terhadap jasa mereka. tapi mereka lemah.
merdekakan dulu orang-orang yang telah memerdekakan Indonesia , baru kita Merdeka
perjuangkan dulu nasib para pahlawan devisa negara yang di setrika punggung nya oleh Majikan di negara-negara Tetangga, baru kita Merdeka..
belajar Menghargai dulu jasa para Atlet bangsa yang sudah mengharumkan nama Indonesia, baru Kita Merdeka.
Perjuangkan dulu apa yang menjadi punya kita agar tidak di klaim negara lain, baru kita Merdekaa.
Bantu dan kurangi dulu angka kemiskinan di Negara Kita, baru kita merdeka.

saya menulis posting ini sebagai seorang warga negara yang cukup gerah dengan keadaan Indonesia.
tapi jangan tanyakan seberapa cinta saya terhadap Indonesia, pasti Akan saya jawab , saya cinta Indonesia sampai saya hilang nafas dan di kuburkan di Tanah Indonesia.

semoga kita LEKAS MERDEKA ya INDONESIA.
aku padamu :)

Rabu, 15 Agustus 2012

yang sakit itu RINDU, yang tak ku kenal itu JARAK

aku sedang di hajar rindu yang membabi buta.
mereka seakan tidak mengenal dan mengetahui bahwa aku sedang lemah sendiri adanya.
aku bahkan tidak bisa melawan dan semakin terlarut.
aku simpulkan saja bahwa rindu itu sakit.

aku belum terlalu paham bagaimana cara nya berteman baik dengan rindu.
agar suatu hari jika mereka datang lagi maka tidak menyakiti ku.
aku sedang menikmati cinta yang indah, jika rindu ingin datang silahkan datang tapi jangan membawa rasa sakit.
aku simpulkan lagi bahwa rindu itu sakit.

seperti apa yang mereka ketahui, ini rasa memaksa.
memaksa ingin bertemu
memaksa ingin bersama
memaksa tidak ingin jauh
aku tidak ingin di paksa, aku hanya ingin menikmati nya.

aku bukan super hero yang dengan gampang terbang lalu mendapatinya
aku bukan pesawat jet yang dengan hitungan detik bisa ada di depan mata nya.
dan aku bukan aku yang sebenarnya jika tidak di serang rindu yang tidak kenal waktu kepadamu.

kadang aku tidak pernah ingin mengenal yang namanya jarak. sesuatu yang cukup hebat memisahkan tanpa kenal rasa kasihan
aku tidak ingin rindu menyakitiku dan jarak memisahkan ku.
tenang , aku akan selalu mendoakan mu dari jauh, sayang.
jangan khawatir, aku akan menjaga hati ku dengan baik, sayang.
tidak usah takut, aku tidak akan dengan mudah berpaling , sayang.
aku hanya ingin rasa yang aku rasakan sama dengan apa yang sedang kamu rasakan.

mari berteman baik rindu, dan jangan pernah kenal aku , jarak.

Selasa, 14 Agustus 2012

ngawurwurit

hidup memang suatu proses untuk kita belajar, belajar dan terus belajar.
hidup memaksa kita untuk selalu saling mengenal satu sama lain dan kembali mempelajari mereka.
hidup merupakan proses pendewasaan yang kadang kita tidak sadari ada di setiap detik berharga yang Tuhan kasih buat kita.

gue emang bukan orang sempurna yang ngga punya dosa, tapi gue punya hidup gue sendiri yang ngga perlu kalian urusin gimana-gimana nya. 
bukan kah Tuhan udah ngasih penghidupan buat masing-masing kita? ya urusi saja hidup mu sendiri.
gue terilhami dari kisah seorang sahabat yang cukup membuat saya tersenyum.
dia bilang, "terserah orang mau bilang apa, ini hidup kita"
ya, gue sangat setuju.

Tuhan tidak pernah tidur, tidak usah khawatir Tuhan lupa mengirimkan Malaikat nya buat catat pahala dari amal baik yang udah lo buat, stay cool. stay calm .
mari jadi orang tulus.
gue cukup merasa beruntung terlahir di dunia dan merasakan semua nikmat dunia, apalagi buruknya.
gue cukup merasa beruntung punya orang-orang baik yang ada di sekeliling gue . yang selalu ada disaat gue susah apalagi senang.
yang selalu berkata "ada apa" ketika gue mulai gelisah.
yang selalu berkata "ada kami" ketika gue merasa sendiri.
gue benar-benar merasa bersyukur.

jujur aja gue ngga tau mau nulis apa . jadi aja ngawurwurit begini haha..
sekian.


Jumat, 08 Juni 2012

biar Tuhan yang berhak menilai,membalas,dan mengadili

aku percaya Tuhan tidak pernah tidur. selalu memberikan pahala untuk semua Tindakan baik dan pasti memberikan dosa untuk semua hal yang tidak baik.
aku juga percaya karma itu ada, saat semua tindakan jahat kepada seseorang pasti ada ganjaran nya.
Tuhan memang Sempurna. menciptakan kemudian memberikan berbagai macam rasa kepada semua manusia tanpa terkecuali. rasa marah, rasa bahagia, rasa cinta, rasa sabar, rasa menyayangi, rasa memiliki, rasa egois, rasa membenci, rasa dendam, rasa iri, rasa dengki, rasa cemburu, dan rasa rasa lainnya.
aku bertanya kepada diri ku sendiri, sudahkah aku memanfaatkan semua rasa yang sudah Tuhan berikan itu dengan baik ?
sudahkah aku menjalani kesempatan hidup yang diberikan nya dengan banyak manfaat?
maka aku pun hanya bisa menjawab belum.
perjalanan hidup yang sakit membuat aku belajar kuat menghadapi nya dengan bijak.
Disakiti membuat aku belajar sabar dan memaafkan
di bahagiakan membuat aku belajar berterimakasih
apa perlu semua kejahatan di balas kejahatan ?
semua rasa dendam selalu di balas dendam ?
apa perlu dikasari membalas dikasari ?
aku rasa itu tidak perlu.
selalu Ingat, Tuhan tidak pernah tidur, biar Tuhan yang membalas dan mengadili.

masa terpuruk ku sudah lewat, ujian dari Tuhan sedikit demi sedikit aku lewati.
Mereka yang dulu aku anggap Teman baik ternyata tidak bisa aku katakan baik.
dan aku pun menyadari bahwa mungkin aku pun demikian dimata mereka.
tapi sekali lagi ingatlah biar Tuhan yang membalas dan mengadili.
ketika kalian rasakan sakit, mungkin aku lebih sakit.
ketika kalian rasakan rugi, mungkin aku lebih sangat rugi tapi tidak perlu aku ungkit lagi.
ketika kalian merasa dikhianati , mungkin aku yang lebih sangat merasakan tidak pernah dirangkul lagi.
dan ketika kalian bergerak meninggalkan, aku yang akan lebih dulu meninggalkan. karena hidup masih sangat panjang.

bukan kenangan pahit yang membuat aku sedih, tapi kenangan indah yang aku tau tidak pernah terulang lagi.
ini cerita hidup, ini pengalaman hidup, ini ujian hidup
terimakasih sudah memberikan cerita Indah, cerita sedih, cerita bersama untuk aku.
ini secercah kata pengganti jabat tangan yang hilang.
tindakan tidak mengenakan untuk ku kemaren aku ucapkan banyak terimakasih karena menguji dan mengajariku sabar.
sindiran dan cacian nya membuat aku semakin mengetahui, siapa kamu kamu dan kamu.
sekali lagi, aku tidak pernah merasakan dan mengatakan bahwa diri aku tidak pernah bersalah dan kalian yang salah. biar Tuhan yang berhak menilai, membalas dan mengadili siapa yang Ia rasa bersalah.
terimakasih.